Makalah Hikayat
Makalah Hikayat
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Di zaman sekarang ini banyak anak muda jarang untuk
membaca hikayat, bahkan mungkin mereka belum mengenal apa itu hikayat. Mereka
cenderung tertarik untuk membaca novel, komik, dan sejenisnya, apalagi didukung
dengan teknologi yang semakin canggih yang membuat mereka mudah untuk dapat
membaca cerita dengan mengakses lewat internet melalui handphone mereka.
Pada dasarnya, cerita hikayat tidak kalah menarik
dengan cerita yang lain. Cerita hikayat juga mengandung nilai moral dan nilai
budaya yang sesuai untuk pendidikan karakter bangsa.
Dalam hal ini latar belakang kami mengangkat cerita
hikayat karena untuk memberikan informasi dan pembuktian bahwa sebenarnya
hikayat memiliki banyak kelebihan dan pastinya tidak kalah menarik dengan novel
dan cerita – cerita modern zaman sekarang.
Seperti halnya, dalam hikayat dapat diperoleh majas
– majas yang beragam, tata bahasanya baik dan baku. Lain halnya dengan cerita –
cerita modern zaman sekarang yang pada umumnya menggunakan bahasa gaul dan
tidak mencerminkan kebajikan. Untuk itu makalah ini kami susun untuk membangun
kesadaran dan kebiasaan untuk membaca.
B. Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
karakteristik hikayat indera bangsawan?
2. Apa
saja nilai – nilai yang terkandung dalam cerita hikayat indera bangsawan?
3. Apa
saja konjungsi yang terdapat dalam cerita hikayat indera bangsawan?
4. Apa
saja majas yang terdapat dalam cerita hikayat indera bangsawan?
C. Tujuan
Tujuan membuat makalah tentang hikayat selain untuk
mata pelajaran bahasa Indonesia adalah dapat juga untuk menambah pengetahuan,
dengan cara ini hikayat dapat dilestarikan karena pada saat ini banyak
masyarakat terutama anak muda yang belum mengenal apa itu hikayat. Mereka lebih
tertarik untuk membaca novel, komik, dan lainnya.
Jadi dengan adanya cerita rakyat yang berupa hikayat
semoga cerita ini dapat dikembangkan lagi agar anak muda zaman sekarang lebih
tertarik pada cerita hikayat karena lebih memiliki manfaat yang baik, yang
akhirnya juga akan membentuk karakteristik bangsa yang baik. Tujuannya pula
untuk dapat lebih mengembangkan minat baca kepada kalangan anak muda karena
mereka merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat membawa negara
menjadi lebih baik lagi di kemudian hari, hal ini juga berkaitan dengan minat
baca yang masih rendah di Indonesia maka dari itu kita perlu untuk melakukan
kegiatan yang dapat menambah minat baca masyarakat.
D. Manfaat
Kegiatan
membaca cerita hikayat memiliki banyak manfaat, dengan membaca cerita tersebut
hal yang dapat dipelajari untuk menambah pengetahuan yaitu tentang budaya,
moral, dan nilai – nilai kebudayaan lainnya. Dari nilai – nilai kebudayaan
tersebut dapat kita jadikan sebagai cermin bagi kehidupan kita.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Karakteristik Hikayat Indera Bangsawan
1. Anonim, yaitu tidak
dikenal nama pengarangnya.
2. Istana sentris, yaitu mengisahkan tokoh yang
berkaitan dengan kehidupan istana / kerajaan.
3. Bersifat statis, artinya tidak mengalami
perubahan atau perkembangan.
4. Bersifat komunal, artinya menjadi milik
masyarakat.
5. Mengunakan bahasa
klise, yaitu kata-kata yang diulang-ulang, contoh : hatta …., maka
…., alkisah….., dst.
6. Bersifat tradisional, artinya meneruskan
tradisi / kebiasaan lama yang dianggap baik
7. Bersifat didaktis
(mendidik), baik didaktis moral maupun didaktis religius,
8. Menceritakan kisah
universal manusia, yaitu peperangan antara tokoh baik dan buruk,
dan selalu dimenangkan oleh yang baik
9. Sebagian besar berupa sastra lisan
(disampaikan dari mulut ke mulut);
10. Tidak berangka tahun
(tidak diketahui secara pasti kapan karya tersebut dibuat)
11. Mengandung hal-hal
yang aneh, ajaib, atau mustahil.
Unsur
Intrinsik
1. Tema
Siapa menanam akan memetik hasilnya.
Siapa menanam akan memetik hasilnya.
2. Tokoh
a. Protagonis
a. Protagonis
Raja
Indera Bungsu, Putri Sitti Kendi, Syah Peri, Indera Bangsawan, Mualin Sufian,
Raksasa, Perempuan, Putri Ratna Sari, Putri Kemala Sari.
b. Antagonis
Raksasa Garuda.
c. Tritagonis
Raja Kabir.
3. Penokohan
a. Raja Indera Bungsu
Sabar dalam menghadapi ujian: selalu berdoa memohon kepada Allah untuk diberikan putra.
Dermawan, suka tolong menolong, dan perhatian terhadap rakyatnya : beliau sering membagikan sedekah kepada fakir miskin.
Penyayang dan perhatian terhadap kedua putranya : kedua putranya dididik dengan baik sehingga tumbuh dengan akhlak dan perilaku yang baik.
b. Putri Siti Kendi
Sabar dan tawakal dalam menghadapi ujian : selalu berdoa memohon kepada Allah untuk diberikan putra.
Sayang dan perhatian terhadap kedua putranya : kedua putranya dididik dengan baik sehingga tumbuh denngan akhlak dan perilaku yang baik.
c. Syah Peri
Patuh kepada kedua orang tuanya: melaksanakan perintah Baginda Raja Indera Bungsu untuk mencari buluh perindu.
Perhatian dan pantang menyerah : selalu peduli dengan keadaan saudara kembarnya.Pemberani : berhasil mengalahkan raksasa Garuda untuk menyelamatkan Putri Ratna Sari dan dayang- dayang.Suka menolong : menyelamatkan Putri Ratna Sari dari serangan raksasa Garuda dan berusaha menyembuhkan Indera Bangsawan.
d. Indera Bangsawan
Patuh kepada kedua orang tua : melaksanakan perintah Baginda Raja untuk mencari buluh perindu.
Pantang menyerah : berhasil mendapatkan buluh perindu dan berusaha mengejar melawan raksasa Buraksa.
Pemberani dan suka menolong : berhasil mengalahkan raksasa Buraksa untuk menyelamatkan Putri Kemala Sari, dan rakyat Raja Kabir.
Menghargai usaha orang lain : memberikan Batu Khitmat kepada Syah Peri untuk membalas kebaikan Syah Peri yang telah menyelamatkan nyawanya
e. Mualin Sufian
Suka menolong : mau mengajarkan berbagai ilmu yang ia miliki kepada kedua putra Baginda Raja Indera Bungsu.
f. Raksasa Garuda
Jahat : menyerang negra Putri Ratna Sari.
g. Putri Ratna Sari
Suka menolong : menolong dayang- dayangnya dari serangan raksasa Garuda dengan bersembunyi di dalam gendang.
h. Putri Kemala Sari
Patuh kepada kedua orang tua : mau dijadikan upeti oleh sang ayah, Raja Kabir.
i. Raksasa Perempuan
Suka menolong : banyak memberikan pengalaman baiknya, memberikan ilmu-ilmu, memberikan buluh perindu, dan memberikan sebuah senjata berupa sarung kesaktian untuk melawan Buraksa kepada Indera Bangsawan.
j. Raksasa Buraksa
Jahat : meluluh lantakkan negara yang dimpin Raja Kabir.
k. Raja Kabir
Mudah menyerah : :takluk kepada raksasa dan akan menyerahkan putrinya sebagai upeti kepada raksasa Buraksa
4. Latar/ setting
a. Latar tempat
Negeri Kobat Syarial : kerajaan yang dipimpin Baginda Raja Indera Bugsu.
Di hutan : Syah Peri dan Indera Bungsu pergi ke hutan utnuk mencari buluh perindu.
Disebuah taman : Syah Peri bertemu dan menyelamatkan Putri Ratna Sari dan dayang- dayangnya dari serangan raksasa Garuda.
Di gua : Indera Bangsawan bertemu dengan raksasa perempuan di gua kemudian dijadikannya sebagai neneknya
Negeri antah berantah : negeri yang dipimpin Raja Kabir yang pada saat itu tengah diserang raksasa Buraksa.
b. Latar waktu
Peristiwa dalam kutipan hikayat terjadi pada keseluruhan waktu (pagi, siang, sore, dan malam).
c. Latar suasana
Bahagia : Syah Peri dan Putri Ratna Sari beserta dayang- dayangnya selamat dari serangan raksasa Garuda yang telah dikalahkan Syah Peri; Indera Bangsawan dapat mengalahkan Buraksa dan hidup bahagia bersama Putri Kemala Sari; Indera Bangsawan berhasil mendapatkan buluh perindu yang diinginkan ayahnya, dan kembali ke negeri Kobat Sayhrial dengan selamat; Indera Bangsawan dinobatkan menjadi raja Kobat Syahrial menggantikan ayahnya;dan Syah Peri dengan kerajaanya.
Sedih : di tengah perjalanan dalam mencari buluh perindu Syah Peri dan Indera Bangsawan terpisah karena angin topan, hujan lebat dan awan yang gelap gulita. Pada saat itu Putri Ratna Sari diserang raksasa Garuda, dan negara Raja Kabir diserang raksasa Buraksa; Indera Bangsawan tiba- tiba jatuh sakit.
5. Sudut pandang
Orang ketiga serba tahu.
6. Alur
Alur pada hikayat tersebut adalah alur maju. Alasannya karena hikayat menceritakan awal raja Indera Bungsu yang tidak memiliki anak, Indra Bangsawan diasuh oleh raksasa dan dianggap sebagai neneknya sampai akhirnya Indra Bangsawan menyamar menjadi budak berambut keriting sebagai Si Hutan masuk di kerajaan antah berantah. Dengan kepandaian yang dimiliki Indra Bangsawan , Buraksa dapat dikalahkan. Pada akhirnya indra Bangsawan dihadiahi oleh Raja Kabir utuk menjadi suami Putri Kemala Sari.
7. Amanat
a. Hendaklah kita selalu mengingat Allah SWT.
b. Hendaklah kita saling tolong- menolong.
c. Hendaklah kita tidak mudah menyerah.
d. Hendaklah kita selalu bersikap sportif dan jujur.
a. Raja Indera Bungsu
Sabar dalam menghadapi ujian: selalu berdoa memohon kepada Allah untuk diberikan putra.
Dermawan, suka tolong menolong, dan perhatian terhadap rakyatnya : beliau sering membagikan sedekah kepada fakir miskin.
Penyayang dan perhatian terhadap kedua putranya : kedua putranya dididik dengan baik sehingga tumbuh dengan akhlak dan perilaku yang baik.
b. Putri Siti Kendi
Sabar dan tawakal dalam menghadapi ujian : selalu berdoa memohon kepada Allah untuk diberikan putra.
Sayang dan perhatian terhadap kedua putranya : kedua putranya dididik dengan baik sehingga tumbuh denngan akhlak dan perilaku yang baik.
c. Syah Peri
Patuh kepada kedua orang tuanya: melaksanakan perintah Baginda Raja Indera Bungsu untuk mencari buluh perindu.
Perhatian dan pantang menyerah : selalu peduli dengan keadaan saudara kembarnya.Pemberani : berhasil mengalahkan raksasa Garuda untuk menyelamatkan Putri Ratna Sari dan dayang- dayang.Suka menolong : menyelamatkan Putri Ratna Sari dari serangan raksasa Garuda dan berusaha menyembuhkan Indera Bangsawan.
d. Indera Bangsawan
Patuh kepada kedua orang tua : melaksanakan perintah Baginda Raja untuk mencari buluh perindu.
Pantang menyerah : berhasil mendapatkan buluh perindu dan berusaha mengejar melawan raksasa Buraksa.
Pemberani dan suka menolong : berhasil mengalahkan raksasa Buraksa untuk menyelamatkan Putri Kemala Sari, dan rakyat Raja Kabir.
Menghargai usaha orang lain : memberikan Batu Khitmat kepada Syah Peri untuk membalas kebaikan Syah Peri yang telah menyelamatkan nyawanya
e. Mualin Sufian
Suka menolong : mau mengajarkan berbagai ilmu yang ia miliki kepada kedua putra Baginda Raja Indera Bungsu.
f. Raksasa Garuda
Jahat : menyerang negra Putri Ratna Sari.
g. Putri Ratna Sari
Suka menolong : menolong dayang- dayangnya dari serangan raksasa Garuda dengan bersembunyi di dalam gendang.
h. Putri Kemala Sari
Patuh kepada kedua orang tua : mau dijadikan upeti oleh sang ayah, Raja Kabir.
i. Raksasa Perempuan
Suka menolong : banyak memberikan pengalaman baiknya, memberikan ilmu-ilmu, memberikan buluh perindu, dan memberikan sebuah senjata berupa sarung kesaktian untuk melawan Buraksa kepada Indera Bangsawan.
j. Raksasa Buraksa
Jahat : meluluh lantakkan negara yang dimpin Raja Kabir.
k. Raja Kabir
Mudah menyerah : :takluk kepada raksasa dan akan menyerahkan putrinya sebagai upeti kepada raksasa Buraksa
4. Latar/ setting
a. Latar tempat
Negeri Kobat Syarial : kerajaan yang dipimpin Baginda Raja Indera Bugsu.
Di hutan : Syah Peri dan Indera Bungsu pergi ke hutan utnuk mencari buluh perindu.
Disebuah taman : Syah Peri bertemu dan menyelamatkan Putri Ratna Sari dan dayang- dayangnya dari serangan raksasa Garuda.
Di gua : Indera Bangsawan bertemu dengan raksasa perempuan di gua kemudian dijadikannya sebagai neneknya
Negeri antah berantah : negeri yang dipimpin Raja Kabir yang pada saat itu tengah diserang raksasa Buraksa.
b. Latar waktu
Peristiwa dalam kutipan hikayat terjadi pada keseluruhan waktu (pagi, siang, sore, dan malam).
c. Latar suasana
Bahagia : Syah Peri dan Putri Ratna Sari beserta dayang- dayangnya selamat dari serangan raksasa Garuda yang telah dikalahkan Syah Peri; Indera Bangsawan dapat mengalahkan Buraksa dan hidup bahagia bersama Putri Kemala Sari; Indera Bangsawan berhasil mendapatkan buluh perindu yang diinginkan ayahnya, dan kembali ke negeri Kobat Sayhrial dengan selamat; Indera Bangsawan dinobatkan menjadi raja Kobat Syahrial menggantikan ayahnya;dan Syah Peri dengan kerajaanya.
Sedih : di tengah perjalanan dalam mencari buluh perindu Syah Peri dan Indera Bangsawan terpisah karena angin topan, hujan lebat dan awan yang gelap gulita. Pada saat itu Putri Ratna Sari diserang raksasa Garuda, dan negara Raja Kabir diserang raksasa Buraksa; Indera Bangsawan tiba- tiba jatuh sakit.
5. Sudut pandang
Orang ketiga serba tahu.
6. Alur
Alur pada hikayat tersebut adalah alur maju. Alasannya karena hikayat menceritakan awal raja Indera Bungsu yang tidak memiliki anak, Indra Bangsawan diasuh oleh raksasa dan dianggap sebagai neneknya sampai akhirnya Indra Bangsawan menyamar menjadi budak berambut keriting sebagai Si Hutan masuk di kerajaan antah berantah. Dengan kepandaian yang dimiliki Indra Bangsawan , Buraksa dapat dikalahkan. Pada akhirnya indra Bangsawan dihadiahi oleh Raja Kabir utuk menjadi suami Putri Kemala Sari.
7. Amanat
a. Hendaklah kita selalu mengingat Allah SWT.
b. Hendaklah kita saling tolong- menolong.
c. Hendaklah kita tidak mudah menyerah.
d. Hendaklah kita selalu bersikap sportif dan jujur.
B. Nilai
– nilai yang terkandung dalam hikayat Indera Bangsawan
|
Nilai
|
Konsep Nilai
|
Kutipan Teks
|
|
|
Agama
|
Memohon
kepada Tuhan dengan berdoa dan bersedekah agar dimudahkan urusannya.
|
Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh
orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir miskin.
|
|
|
Pasrah kepada Tuhan setelah berusaha.
|
Maka
ia pun menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahuwata’ala dan berjalan dengan
sekuat – kuatnya.
|
||
|
Sosial
|
Tidak melihat perbedaan status sosial.
|
Si
kembar menolak dengan mengatakan bahwa dia adalah hamba yang hina. Tetapi,
tuan putri menerimanya dengan senang hati.
|
|
|
Sosial
|
Membantu
orang – orang yang berada dalam posisi kesulitan.
|
Dengan
segera syah peri mengeluarkan dayang dayang itu. Tatkala Garuda itu datang,
Garuda itu dibunuhnya.
|
|
|
Budaya
|
Raja
ditunjuk berdasarkan keturunan dan raja yang memiliki putra lebih dari satu
selalu mencari tahu siapa yang paling gagah dan pantas menjadi penggantinya.
|
Maka
bagindaa pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri
karena anaknya kedua orang itu sama sama gagah. Jikalau baginda pun mencari
muslihat ; ia mencertitakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu
dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya : barang siapa yang dapat
mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di
dalam negeri.
|
|
|
Mencari
jodoh putrinya dengan cara mengadakan sayembara atau semacam perlombaan untuk
menunjukkan yang terkuat dan terhebat.
|
Adapun
raja kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri
Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri akan dibinasakan oleh
Buraksa. Ditambahkannya bahwa raja kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa
yang dapat membunuh buraksa ituakan dinikahkan dengan anak perempuannya yang
terlalu elok parasnya itu.
|
||
|
Moral
|
Tidak
mau bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu.
|
Hatta
datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang dikiranya susu
harimau beranak muda itu.
|
|
|
Memperdaya
orang yang tidak berusaha.
|
Indera
Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanya akan diberikan kepada
orang yang menyediakan pahanya diselit besi hangat.
|
||
|
Edukasi
|
Kewajiban
belajar ilmu agama sejak usia kecil.
|
Maka
anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun yang
dititahkan pergi mengaji kepada mualim sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka
ditittah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya
diketahuinya.
|
|
C. Konjungsi
yang terdapat dalam Hikayat Indera Bangsawan
Konjungsi
yang terdapat dalam hikayat indera bangsawan meliputi :
·
Konjungsi Koordinatif : dan, tetapi, atau.
·
Konjungsi Subordinatif : jika, sesudah, setelah, sementara,
agar, supaya, seperti, karena, hingga,
bahwa.
·
Konjungsi Korelatif : baik….., maupun….., tidak
hanya…., tetapi,…..
D.
Majas yang terdapat dalam Hikayat Indera
Bangsawan
Majas
yang terdapat dalam hikayat indera bangsawan adalah :
·
Majas Metafora
Kalimat
: Tuan Putri terharu akan kesetiaannya dan menamainya si kembar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Cerita hikayat memiliki banyak manfaat,
tujuan, karakteristik, dan lain sebagainya. Cerita hikayat dapat membuat kita
terinspirasi, hal tersebut dapat berdampak baik pada kehidupan kita. Begitu
pula dengan cerita hikayat indera bangsawan. Banyak pelajaranyang dapat kita
petik dari cerita tersebut. Setiap cerita hikayat pasti memiliki amanat yang
berbeda – beda. Cerita hikayat juga lebih menarik daripada novel, komik, dan
sejenisnya. Karena cerita hikayat diambil dari kisah nyata atau kehidupan
sehari – hari dan memiliki nilai moral , nilai kebudayaan yang sangat kental.
Maka kita sebagai anak muda zaman sekarang , kita harus bisa melestarikan atau
mengembangkan cerita hikayat yang lambat laun pasti akan hilang, padahal cerita
hikayat sangat bermanfaat bagi kehidupan kita.
B. Saran
Demikian penyusunan makalah yang kami buat dengan tujuan memberikan informasi terhadap para pembaca makalah ini tentang hikayat Indera Bangsawan yang pada dasarnya memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan cerita modern sekarang ini. Harapannya, para pembaca dapat termotivasi untuk gemar membaca hikayat karena lebih memiliki banyak kelebihan dan juga sebagai upaya pelestarian cerita rakyat yang kenyataannya hampir tidak dikenal lagi oleh generasi sekarang ini.
Komentar
Posting Komentar